Kamis, 14 Oktober 2010

Irama kesedihan


Hujan masih mengguyur diluar sana. Setiap rintik jatuhnya seperti merangkai sebuah irama kesedihan. Seperti kesedihan yang sedang dialami dua orang kawan, yang baru saja ditinggal orang yang sangat disayangi dan dicintainya. Aku bisa merasakan kehilangan dan kesedihan yang mendalam yang sedang mereka alami. Batapa nafas menjadi begitu sesak....betapa kehidupan ini tiba-tiba begitu sunyi....betapa seolah-olah aliran darah di tubuh ini menjadi beku seketika....betapa dunia menjadi begitu kejam...dan betapa hidup terasa tidak adil!!.. karena Tuhan menjemputnya, disaat cinta dan kasih sayang sedang mereka pupuk.

Tapi Tuhan memang punya kuasa. Kita tidak akan tahu rahasia dibalik semua cobaan yang diberikanNya kepada kita. Dan kita...yang masih diperkenankan olehNya, menikmati khasanah rezeki di bumi ini hanya bisa berdo’a.

Dan, saya yakin....kalian kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan ini. Amien

to: kawan Acho dan lala purwono

Surabaya, 14 Oktober 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar