Rabu, 30 Desember 2009

selamat jalan gus dur...












Duka bangsa di penghujung tahun


kepergiannya melengkapi duka dan kesedihan di tahun ini
tahun yang sangat ramai..
ramai dengan kesedihan..
duka..
kebohongan..
dan kemunafikan...
yang dilakukan segelintir orang
dan di derita seluruh rakyat penjuru negeri

Selamat jalan sang guru bangsa...
Gus Dur..
banyak pelajaran yang bisa dipetik bangsa ini dari ketokohan dan pribadimu..


surabaya, 31 desember 2009

Kamis, 24 Desember 2009

Liburan gratis ala kami...

Bikin anak senang, dengan main sepuasnya di arena bermain gratis...siapa yang tidak mau? Taman bibit Bratang, Surabaya mungkin menjadi jawabannya.

Taman yang di bangun pemerintah Kota surabaya ini memang cukup menyenang
kan buat kita-kita yang berkantong pass-pasan. Karena di dalamnya di pasilitasi dengan arena bermain anak-anak yang cukup lengkap dan luas juga. Ada perosotan, ayunan, bahkan fasilitas outbond pun bisa di nikmati anak-anak disini secara gratis. Kita hanya cukup membayar biaya parkir kendaraan disana. Itupun bagi yang membawa kendaraan loh!

Yang tidak kalah membuat anak kami senang dan berteriak-teriak, karena disini juga mereka bisa melihat beberapa binatang juga turut menghiasi taman ini, seperti rusa dan monyet. Karena biasanya mereka hanya bisa melihat binatang ini bila mereka berkunjung ke binatang saja.
Karena bingung mencari liburan yang murah di minggu ini, berangkatlah kami kesana, yang letaknya memang tidak jauh dari tempat kami tinggal sekarang.

Lumayan,pagi hari melihat air mancur di tengah taman yang rindang dan teduhnya pepohonan yang ada di dalam taman ini memang cukup menyegarkan mata. Belum lagi melihat anak-anak kami bermain dengan riang gembia bersama kawan-kawan baru yang mereka temui disana.

Taman ini juga bisa di
bilang hutan kota, karena taman yang cukup luas ini dditumbuhi beberapa jenis pepohonan yang dijaga kelestariannya. Pepohonan yang tinggi dan rindang dan kehijauan sangat menyejukkan mata memang. Terlihat, taman ini sangat dijaga kelestarian dan kebersihannya, karena Beberapa petugas kebersihan Kota Surabaya terlihat tengah serius menyapu membersihkan taman dari dedaunan yang banyak berjatuhan.

Di hari libur seperti ini, tentu saja banyak orang yang datang membawa buah hatinya menikmati liburan disini. Namun, ada saja yang menggangu keindahan dan keteduhan taman di tengah kota surabaya yang panas ini. Beberapa gerobak sampah yang penuh dengan sampah-sampah tentunya, mangkal persis di luar seberang kanan taman. Yang tentunya membuat keindahan taman ini sedikit ternoda dengan bau yang tidak sedap ini. Hayati M. Hamzah

Sabtu, 19 Desember 2009

Memetik apel dibawah panorama gunung arjuno

Kota Malang, selain terkenal dengan udaranya yang sejuk dan aneka kuliner basonya, juga terkenal dengan Apelnya. “Apel Malang” mungkin bisa kita temui dimana saja, termasuk di kota Jakarta. Namun, menikmati perkebunan Apel dan memetiknya langsung dari pohon merupakan pengalaman yang menarik.

Bila kita ke kota Batu, Malang banyak kita jumpai kebun-kebun apel di pinggir-pinggir jalan yang ditanam warga setempat. Kalau tidak hanyak sekedar ingin melihat, namun juga ingin merasakan memetik apel langsung dari pohonnya, mungkin alangkah lebih baiknya kita berargowisata ke perkebunan apel yang ada di kota ini.

Sudah lama memang kami juga ingin merasakan memetik buah apel langs
ung dari pohonnya. Di liburan kali ini kami sengaja sekeluarga berargowisata ke kota Batu, Malang untuk mengenal lebih jauh perkebunan apel disana.

Setelah hampir dua jam perjalanan dari kota Surabaya, sampailah kami ke kota Batu yang letaknya di dataran tinggi, dan tentu saja udara dingin yang sejuk dan segar akan menyapa kita disana. Belum lagi dengan indahnya alam pegunungan yang ditampilkannya. Gunung Arjuno dan gunung Panderman yang indah memang memberikan peona dan udara yang sejuk kota wisata ini. Karena kami tidak tahu persis letak argowisata di kota Batu, kami hanya cukup mengikuti petunjuk jalan saja. Sesampainya di kota Batu, disetiap petunjuk jalan, pasti akan terlihat arah-arah tempat-tempat wisata disana termasuk juga argowisata.

Letak argowisata apel di kota batu memang sangat tepat, karena hamparan kebun Apel persis di lereng gunung Arjuno Jawa Timur. Karenanya, selain kita bisa menikmati wisata di kebun Apel, mata kita juga akan dibuai keindahan hamparan lereng gunung Arjuno.

Banyak paket-paket yang ditawarkan bila kita berwisata di kebun apel ini. Dan kami memutuskan untuk untuk paket yang termurah, yakni Rp. 35.000 perorang. Dengan paket ini kita bisa menikmati 1 cup sari apel dan satu gelass jus appel segar, plus satu orang guide yang akan mengajak kita berkeliling kebun apel dan strowberry.

Hal yang pertama kami lakukan adalah ke kebun strawberry dan memetik buahnya. Anak kami Faza bukan main senangnya. Setiap orang akan di beri satu buah gunting dan wadah untuk memetik buah strawberry. Namun sayang, kami hanya boleh memetik 4 buah strawberry setiap orangnya.
Karenanya jatah buah strawberry yang bisa kami petik, diserahkan semua buat faza, agar dia semua yang memetiknya. Tentu saja kami menganjurkan agar faza memetik buah strawberry yang paling besar. Sayang...pohon strawberry disini buahnya belum terlalu banyak.....tidak seperti pohon—pohon strawberry di daerah ciwidey Bandung yang buah strawberry lebat sehingga indah dilihat bergantungan.

Kalau kakanya asi
k memetik buah strawberry dan mengumpulkan diwadah yang ada, adiknya Alysha asik memetik buah strawberry dan langsung memasukkan ke dalam mulutnya.Kami hanya tertawa-tawa saja melihatnya, karena ia tidak masuk hitungan.

Setelah itu kami berkeliling ke perkebunan Apel yang letaknya bersebrangan dengan kebun strawberry. Rimbunan pohon – pohon dengan buahnya Apel yang bergantungan diantara daun-daunnyayang hijau terlihat sangat indah. Ada empat jenis Apel yang ditanam diperkebunan ini, yakni Apel Manalagi yang buahnya hijau dan rasanya manis, Apel Malang yang buahnya agak kemerahan dan rasanya agak sedikit asam, Apel rumbutyd dan Apel anna yang jenisnya mirip dengan apel malang.

Semua apel ini bibitnya memang di datangkan dari Belanda negeri asalnya. Setiap kebun yang ada di perkebunan apel ini, dibedakan menurut jenisnya. Selain itu juga ada beberapa kebun Apel yang baru selesai panen. Ini bisa dilihat dari pohonnya yang gundul. Karena dinegeri asalnya ada yang namanya musim gugur, maka pohon apel disini sengaja ddigugurkan daun-daunnya selesai panen, dengan memotek daunnya satu persatu.

Selain itu ada juga kebun Apel yang masih dalam tahap pembonsaian (pemendekan). Agar pohon apelnya menjadi pendek-pendek dan buahnya gampang dipetik, pohon-pohon apel disini sengaja di bonsai dengan cara di ikat tiap-tiap dahannya dengan tali rapia, ke batangnya.

Beberapa satwa juga turut meramaikan perkebunan apel ini. Karena disini kita juga akan mendengar beberapa suara binatang seperti beruk, dan juga melihat beberapa satwa lain seperti kalong, burng hantu, ayam bekisar, landak, dll. Selain juga fasilitas outbond dan beraneka ragam tanaman hias yang bisa lanngsung kita beli disini.

Setelah puas mengelilingi perkebunan apel yang luassnya 16,5 hektar ini, saatnya kami ke kebun petik. Disini kami
diperbolehkan memetik langsung Apel dari pohonnya. Tiap orang hanya di perbolehkan memetik dua buah Apel. Dan lagi, semuanya saya serahkan ke anak kami faza untuk memetiknya. Senang bukan main terlihat diwajah anak kami. Menikmati rimbunan pohon apel dan memetik buahnya adalah pengalaman pertama buat mereka.
Hayati M. Hamzah

Senin, 14 Desember 2009

Matahari terbit di puncak pananjakan, Bromo

Seiring matahari yang terus bergerak naik, para pengunjung mulai meninggalkan view point puncak pananjakan. Karena sebagian mereka kebanyakan yang meninap (long stay) di cemoro lawang dan menyewa jip untuk menuju puncak pananjakan ini untuk sekedar melihat keindahan matahari terbit.

Setelah perut kami terisi meskipun dengan hanya segelas popmie dan segelas teh manis hangat yang tersedia di warung-warung yang juga menyediakan segala pernak-pernik dan oleh-oleh gunung bromo, kami bergegas meninggalkan puncak pananjakan. Karena saat itu kami tidak berniat untuk turun ke kawah gunung bromo, maka kami menngabaikan tawaran beberapa pengemudi jeep sewaan yang terus menawari kami. Kendaraan kami langsung melaju turun meninggalkan puncak pananjakan melewati jalan yang tadi malam kita lewati.

Bila di malam hari kami hanya melihat kegelaapan dan kesunyian selama perjalanan, di pagi harinya kami menyaksikan pesona alam yang sangat menakjubkan. Lereng-lereng perbukitan pegunungan tengger, jurang-jurang yang mengaga di kiri kanan jalan, jalanan yang berkelok-kelok dan terus menurun, sampai-sampai kendaraan kami saja terus melaju dengan kencang meskipun belum digas sama sekali. Sesekali juga terlihat beberapa ekor kera hutan yang menampakkan dirinya di pinggir jalan. Kamipun sampai tidak percaya, kalau kendaraan kami bisa mencapai medan seperti ini tadi malam.

Di beberapa titik yang kami lewati saat turun, ternyata banyak tempat dimana kita juga bisa menyaksikan keindahan gunung bromo. Kawahnya, candi hindu yang berada tidak jauh dari kaki gunung, lautan pasir yang sangat luas, juga padang savana yang terlihat kehijau-hijauan, puncak semeru yang kebiru-biruan dan sekelilingi kabut tipis dapat terlihat dari tempat ini. Pemandangan yang dapat dilihat disini, tidak kalah menarik dari yang dapat kita saksikan di view point puncak pananjakan tadi. Karenanya banyak beberapa kendaraan bermotor berhenti sejenak untuk melihat pesona yang dihadirkan. Tidak banyak pula dari mereka mengabadikan keindahannya.

Setelah sejenak turun dari mobil dan ikut menyaksikan keindahan bromo dari sini, kami lalu melanjutkan perjalanan kami. Semur daging dan gado-gado tahu yang sudah disiapkan ibunya kawan kami dirumahnya sudah menunggu untuk mengisi kembali perut kami disiang harinya di kota malang.

Perjalanan kami saat ini membuat kami semakin penasaran dengan keindahan lain yang ditawarkan pegunungan tengger Jawa Timur. Karena suatu saat kami akan sejenak long stay dan kembali mengeksplorasi keindahannya.


Hayati M. Hamzah