Matahari terbit di puncak pananjakan, Bromo
Seiring matahari yang terus bergerak naik, para pengunjung mulai meninggalkan view point puncak pananjakan. Karena sebagian mereka kebanyakan yang meninap (long stay) di cemoro lawang dan menyewa jip untuk menuju puncak pananjakan ini untuk sekedar melihat keindahan matahari terbit.
Setelah perut kami terisi meskipun dengan hanya segelas popmie dan segelas teh manis hangat yang tersedia di warung-warung yang juga menyediakan segala pernak-pernik dan oleh-oleh gunung bromo, kami bergegas meninggalkan puncak pananjakan. Karena saat itu kami tidak berniat untuk turun ke kawah gunung bromo, maka kami menngabaikan tawaran beberapa pengemudi jeep sewaan yang terus menawari kami. Kendaraan kami langsung melaju turun meninggalkan puncak pananjakan melewati jalan yang tadi malam kita lewati.
Bila di malam hari kami hanya melihat kegelaapan dan kesunyian selama perjalanan, di pagi harinya kami menyaksikan pesona alam yang sangat menakjubkan. Lereng-lereng perbukitan pegunungan tengger, jurang-jurang yang mengaga di kiri kanan jalan, jalanan yang berkelok-kelok dan terus menurun, sampai-sampai kendaraan kami saja terus melaju dengan kencang meskipun belum digas sama sekali. Sesekali juga terlihat beberapa ekor kera hutan yang menampakkan dirinya di pinggir jalan. Kamipun sampai tidak percaya, kalau kendaraan kami bisa mencapai medan seperti ini tadi malam.
Di beberapa titik yang kami lewati saat turun, ternyata banyak tempat dimana kita juga bisa menyaksikan keindahan gunung bromo. Kawahnya, candi hindu yang berada tidak jauh dari kaki gunung, lautan pasir yang sangat luas, juga padang savana yang t
erlihat kehijau-hijauan, puncak semeru yang kebiru-biruan dan sekelilingi kabut tipis dapat terlihat dari tempat ini. Pemandangan yang dapat dilihat disini, tidak kalah menarik dari yang dapat kita saksikan di view point puncak pananjakan tadi. Karenanya banyak beberapa kendaraan bermotor berhenti sejenak untuk melihat pesona yang dihadirkan. Tidak banyak pula dari mereka mengabadikan keindahannya.
Setelah sejenak turun dari mobil dan ikut menyaksikan keindahan bromo dari sini, kami lalu melanjutkan perjalanan kami. Semur daging dan gado-gado tahu yang sudah disiapkan ibunya kawan kami dirumahnya sudah menunggu untuk mengisi kembali perut kami disiang harinya di kota malang.
Perjalanan kami saat ini membuat kami semakin penasaran dengan keindahan lain yang ditawarkan pegunungan tengger Jawa Timur. Karena suatu saat kami akan sejenak long stay dan kembali mengeksplorasi keindahannya.
Hayati M. Hamzah