Aku mencarinya kesana kesini..tapi belum juga kutemukan benda itu. kubuka laci meja komputer..tidak ada...kubuka lagi laci meja yang satunya lagi..masih tidak ada...diatas lemari..di tas rak TV..rak buku..masih tidak ada.!!
"Kemana benda itu," pikirku. Benda kecil yang sangat berharga, meskipun harganya tidak seberapa.
Aku masih berusaha mencari dibeberapa tumpukan benda2 yang berserakan beserta mainan anak2.
"Masih tidak ada juga," huh.....dengusku.
"sepertinya harus beli yang baru lagi," kataku dalam hati.
Entah sudah berapa kali aku membeli benda kecil ini, karena sudah beberapa kali juga hilang. sepuluh kali..dua puluh kali...tiga puluh kali...sepertinya sudah tidak terhitunng lagi..
Kadang-kadang karena harganya yang murah, aku suka menyepelekan keberadaannya. Namun disaat ini, benda itu benda yang sangat berharga bagiku dibanding benda-benda yang lain.
Bagaimana tidak?
Hampir satu jam aku menghabiskan waktu hanya untuk mencari benda kecil itu.
Beberapa tempat yang biasa aku menaruh beberapa barang, dan beberapa tempat rahasia lagi sudah kuperiksa berkali-kali, namun hasilnya tetap nihil.
"Ya Tuhan...dimana benda itu...." kataku sambil memegangi kepalaku yang mulai sakit. Sementara keringat meulai bercucuran...akibat udara panas diruangan yang tidak ber-AC ini.
"Nyerah deh gua..," dengusku. Sementara rasa yang sudah tidak nyaman selalu menggerayangi diri ini, bila belum tersentuh benda itu.
Bukannya aku tidak mampu untuk membeli benda kecil itu kembali. Kalau cuma satu...dua.. tiga... atau sepuluhpun aku mampu.
Cuma.... di siang hari panas terik seperti ini, rasanya enggan sekali keluar rumah hanya untuk membeli benda kecil itu.
Kurasakan..jari-jari tanganku yang mulai merasa gatal..
"Aku harus menemukan barang itu sekarang!!," gugamku dan segera beranjak lagi dan mengobrak-abrik setiap tempat dan berharap kutemukan barang kecil itu.
Kali ini aku fokuskan pencariannku pada tumpukan baju-baju ditas tempat tidur yang sudah beberapa hari belum sempat aku setrika.
Kusingkirkan satu-persatu baju-baju itu ke bawah tempat tidur..ternyata masih belum kutemukan benda itu.
"Ya Tuhan......dimana dia sih?" keluhku. Aku mencoba mengingat-ingat terakhir memakainya..
Ya..ya...ya...itu tepat dua hari yang lalu aku memakainya. Siang hari...sebelum aku mengupas buah mangga harum manis kesukaanku.
"aku ingat..aku ingat..." kataku dalam hati. Segera aku beranjak ketempat dimana ingatanku mulai muncul.
"Haaaaa.....ini dia....!!," segera aku mengambil barang kecil dan mungil itu yang ternyata aku letakkan diatas rak piring...sesaat sebelum aku mengambil pisau untuk mengupas buah mangga itu.
Setelah itu, segera aku bergegas ke teras rumah dan duduk dengan santai di kursi sambil mulai memotong kuku-kuku jari tangan ini yang mulai memanjang.
"Kemana benda itu," pikirku. Benda kecil yang sangat berharga, meskipun harganya tidak seberapa.
Aku masih berusaha mencari dibeberapa tumpukan benda2 yang berserakan beserta mainan anak2.
"Masih tidak ada juga," huh.....dengusku.
"sepertinya harus beli yang baru lagi," kataku dalam hati.
Entah sudah berapa kali aku membeli benda kecil ini, karena sudah beberapa kali juga hilang. sepuluh kali..dua puluh kali...tiga puluh kali...sepertinya sudah tidak terhitunng lagi..
Kadang-kadang karena harganya yang murah, aku suka menyepelekan keberadaannya. Namun disaat ini, benda itu benda yang sangat berharga bagiku dibanding benda-benda yang lain.
Bagaimana tidak?
Hampir satu jam aku menghabiskan waktu hanya untuk mencari benda kecil itu.
Beberapa tempat yang biasa aku menaruh beberapa barang, dan beberapa tempat rahasia lagi sudah kuperiksa berkali-kali, namun hasilnya tetap nihil.
"Ya Tuhan...dimana benda itu...." kataku sambil memegangi kepalaku yang mulai sakit. Sementara keringat meulai bercucuran...akibat udara panas diruangan yang tidak ber-AC ini.
"Nyerah deh gua..," dengusku. Sementara rasa yang sudah tidak nyaman selalu menggerayangi diri ini, bila belum tersentuh benda itu.
Bukannya aku tidak mampu untuk membeli benda kecil itu kembali. Kalau cuma satu...dua.. tiga... atau sepuluhpun aku mampu.
Cuma.... di siang hari panas terik seperti ini, rasanya enggan sekali keluar rumah hanya untuk membeli benda kecil itu.
Kurasakan..jari-jari tanganku yang mulai merasa gatal..
"Aku harus menemukan barang itu sekarang!!," gugamku dan segera beranjak lagi dan mengobrak-abrik setiap tempat dan berharap kutemukan barang kecil itu.
Kali ini aku fokuskan pencariannku pada tumpukan baju-baju ditas tempat tidur yang sudah beberapa hari belum sempat aku setrika.
Kusingkirkan satu-persatu baju-baju itu ke bawah tempat tidur..ternyata masih belum kutemukan benda itu.
"Ya Tuhan......dimana dia sih?" keluhku. Aku mencoba mengingat-ingat terakhir memakainya..
Ya..ya...ya...itu tepat dua hari yang lalu aku memakainya. Siang hari...sebelum aku mengupas buah mangga harum manis kesukaanku.
"aku ingat..aku ingat..." kataku dalam hati. Segera aku beranjak ketempat dimana ingatanku mulai muncul.
"Haaaaa.....ini dia....!!," segera aku mengambil barang kecil dan mungil itu yang ternyata aku letakkan diatas rak piring...sesaat sebelum aku mengambil pisau untuk mengupas buah mangga itu.
Setelah itu, segera aku bergegas ke teras rumah dan duduk dengan santai di kursi sambil mulai memotong kuku-kuku jari tangan ini yang mulai memanjang.
